Miraj muhammad

Posted on Februari 7, 2012

0


Ada berbagai versi cerita Mi’raj-
Muhammad ke Surga.
Ibn Ishaq menyusunnya berasal dari
sahabat-sahabatnya, khususnya Aisha,
dimana Muhammad melaporkan sebagai

berikut:
Ketika Muhammad sedang tidur dia
dibangunkan oleh Jibril sampai 3 kali,
pada kali yang ketiga Jibril menaikkan
Muhammad pada seekor hewan putih
setengah bagal setengah keledai
dengan sayap-sayap disisinya yang
mempercepat gerakan kakinya.
Sang periwayat kemudian mengatakan
Nabi dan Jibril berangkat sampai mereka
tiba di kuil Yerusalem. Disana ia
berjumpa dengan nabi-nabi seperti
Ibrahim, Musa dan Yesus. Muhammad
berlaku sebagai imam utama mereka
dalam memimpin doa. Lalu ia
dibawakan dua ember, yang satu berisi
anggur dan yang lainnya berisi susu.
Sang Nabi mengambil susu itu lalu
meminumnya dan menolak anggur.
Setelah menyelesaikan urusan di
Yerusalem, Muhammad menaiki tangga
yang paling indah yaitu tangga yang
dipandangi orang saat kematian
menjemputnya.
Tibalah Muhammad dan Jibril disalah
satu gerbang surga yang disebut
Gerbang Para Penjaga, disitu dia
bertemu dengan malaikat Israfil yang
membawahi 12.000 malaikat dan
masing-masing membawahi lagi 12.000
malaikat, dia bertemu juga dengan
Malik, Penjaga Pintu Neraka.
Ketika Muhammad ada di surga paling
bawah dia melihat seseorang disana
dengan jiwa-jiwa orang yang
melewatinya. Kepada seseorang ia
berkata: “Jiwa bagus dari raga yang
bagus.” Tentang yang lain ia
mengatakan, wah dan cemberut: “Jiwa
setan dari raga setan.”
Jibril menerangkan ini Adam, sedang
memeriksa jiwa-jiwa keturunannya,
jiwa orang beriman meningkatkan
kegembiraan sedangkan jiwa orang
kafir meningkatkan kejijikan.
“Lalu saya melihat orang-orang dengan
bibir seperti onta, yang ditangannya
terdapat kepingan-kepingan api seperti
batu yang dimasukkan kedalam mulut
mereka, kemudian keluar dari
bokongnya. Saya diberitahu mereka
berdosa karena memakan harta anak
yatim piatu. Ada juga Firaun, orang-
orang yang disiksa karena mereka lintah
darat.
Lalu saya melihat wanita-wanita
digantung dari buah dada mereka.
Mereka melahirkan anak-anak haram
jadah bukan dari suami-suami mereka.
(Sahih Bukhari, Vol.1, Book 6, Number
301) mengatakan mayoritas penghuni
neraka adalah kaum wanita karena
lemah imannya, wanita tidak puasa dan
tidak solat selama menstruasi, oleh
karenanya nilai dua wanita sama
dengan satu laki-laki).
Lalu saya dibawa ke surga kedua disitu
ada dua saudara sepupu dari garis ibu
yaitu Isa putera Maryam dan Yahya
putera Zakaria.
Lalu saya ke surga ketiga disana ada
Yusuf putera Yakub.
Lalu ke surga keempat disana ada Idris
(Henoch).
Terus ke surga kelima disana saya
bertemu dengan seorang lelaki
rupawan, rambutnya putih, jenggotnya
panjang, dia adalah Harun putera Imran.
Lalu ke surga keenam, disana ada lelaki
berwarna kulit gelap dengan hidung
berbentuk kait seperti kaum Shami’a, dia
adalah Musa putera Imran.
Lalu ke surga ketujuh dan disana ada
seseorang duduk di singgasana pada
gerbang rumah mewah abadi
(immortal).
Setiap hari 70.000 malaikat masuk dan
tidak kembali sebelum hari kiamat.
Lalu ia membawa saya ke Surga dan
disitu saya melihat gadis dengan bibir
merah gelap sehingga membuat saya
suka kepadanya, saya bertanya siapa
memilikinya dan ia mengatakan: Zayd b.
Haritha.
Rasul memberitahu Zayd anak
angkatnya berita baik tentang gadis itu.
Beberapa tahun kemudian di Medinah
Muhammad jatuh cinta kepada isteri
Zayd, kemudian Zayd menceraikan
Zainab isterinya agar Muhammad dapat
mengawini Zainab menantunya.
Di langit ketujuh itu Muhammad
bertemu dengan Allah, disana
ditetapkan kewajiban solat limapuluh
kali perhari bagi pengikut Muhammad.
Saat ia kembali, ia bertemu Musa,
teman yang baik, ia bertanya berapa
solat yang diwajibkan pada saya dan
ketika saya mengatakan limapuluh kali,
ia berkata: “Doa adalah sesuatu yang
memberatkan dan pengikutmu adalah
orang-orang yang lemah jadi kembalilah
pada Tuhanmu dan minta pada-Nya
untuk mengurangi jumlah solat bagi
dirimu dan pengikutmu.”
Saya melakukannya dan Tuhan
mewajibkan sepuluh solat. Sekali lagi
saya berpapasan dengan Musa dan
sekali lagi ia mengatakan hal yang
sama, dan begitulah seterusnya sampai
hanya ditetapkan lima solat bagi seluruh
hari dan malam. Musa kembali
memberikan saya nasehat yang sama,
saya menjawab saya sudah kembali
pada Tuhan saya dan bertanya pada-
Nya sampai saya malu dan saya tidak
akan melakukannya lagi.”
Sejarawan dan akademisi Muslim dari
Mesir, Haykal meng-gambarkan surga-
surga yang didatangi Muhammad.
Surga pertama terbuat dari perak murni
dan bintang-bintang bergelantungan dari
atapnya dengan rantai emas.
Pada setiap bintang ada malaikat yang
berjaga-jaga untuk menghindari
gendruwo naik kedalam tempat-tempat
suci dan menghindari hantu-hantu yang
diam-diam mendengarkan rahasia
surgawi.
Al Qur’an menyatakan bahwa jin-jin
berdiri diatas sesama bahu mereka
untuk mendengarkan diskusi “Majelis
Mulia” sampai mereka ditembak jatuh
oleh bintang-bintang yang ditembakkan
pada mereka (meteor). (Qur’an 72:8,
37:6-10, 63:5).
Muhammad menggambarkan Jibril
sebagai memiliki 600 sayap. Dan Buraq
kuda yang ditumpanginya pada malam
ia terbang ke Yerusalem dan ke surga
memiliki kepala manusia dan sayap
burung rajawali.
Disana Muhammad menyalami Adam,
dan dalam keenam surga lainnya ia
berjumpa dengan Nuh, Harun, Musa,
Ibrahim, Daud, Suleman, Idris (Henoch),
Yahya dan Isa. Ia melihat malaikat
kematian Azrail yang tubuhnya begitu
besar dan kedua matanya berjarak
70.000 hari perjalanan berbaris. Ia
memiliki 100.000 batalyon dan
melewatkan waktunya dengan menulis
dalam sebuah buku raksasa nama-nama
mereka yang mati atau dilahirkan. Ia
melihat malaikat air mata yang
menangis bagi dosa-dosa dunia.
Malaikat pembalas dengan wajah yang
besar yang tertutup oleh bisul-bisul yang
menguasai api dan duduk dalam
singgasana berapi. Dan satu lagi
malaikat raksasa yang tubuhnya terdiri
dari setengah salju dan setengah api,
yang dikelilingi oleh koor surga yang
terus menerus menangis: “Ya Tuhan, Kau
menyatukan api dan salju, menyatukan
semua abdi-abdiMu untuk tunduk pada
hukum-hukumMu.”
Dalam surga ketujuh dimana berdiam
jiwa-jiwa orang-orang yang baik ada
malaikat yang lebih besar dari seluruh
dunia, dengan 70.000 kepala, setiap
kepala memiliki 70.000 mulut, dan
setiap mulut memiliki 70.000 lidah dan
setiap lidah berbicara dalam 70.000
bahasa dan tidak habis-habisnya
menyanyikan pujian kepada Sang Maha
Kuasa. [Muhammad Husayn Haykal
(1888-1956), The Life of Muhammad,
translated by Ismail Razi A al-Faruqi,
ISBN: 0892591374, Chapter 8: From the
Violation of the Boycott to al Isra’].
Jadi padanya ada 70.000 kepala dengan
kemampuan berbicara dalam 70.000 x
70.000 x 70.000 x 70.000 bahasa.
Hitunglah sendiri!
Pada saat Muhammad melakukan
penerbangan dengan al-Buraq
mengunjungi kuil/bait di Yerusalem (kuil/
bait Suleman dibangun sekitar abad 10
SM), kuil/bait yang dimaksudkan Islam
itu belum ada karena pada tahun 70
tentara Romawi dipimpin jendral Titus
telah menghancurkannya sehingga tak
satupun batu berdiri atas batu yang lain.
The Dome of the Rock (Mesjid Umar)
baru dibangun diatas pondasi kuil
Yupiter Romawi pada tahun 691 M.
Sedangkan mesjid Al Aqsa menurut
sarjana-sarjana Muslim seperti Mujir al-
Din, al-Suyuti dan al-Muqaddasi
dibangun oleh kalifah Abd al Malik pada
tahun 690 disebelah selatan the Temple
of Mount diatas sebuah gereja Our Lady
dengan menghancurkan gereja itu
terlebih dahulu. Guy le Stronge
menyatakan bahwa Abd al Malik
meggunakan material gereja yang
dihancurkan untuk membangun Al Aqsa,
dengan bukti-bukti bahwa dibagian
tenggara mesjid masih terdapat sisa
bangunan Church of Our Lady. Anak
Abd al Malik yaitu Walid I
menyelesaikan bangunan Al Aqsa pada
± tahun 710. Jadi Mesjid yang sengaja
dinamai Al Aqsa itu dibangun diatas
sebuah basilica Romawi di sebelah
selatan the Temple of Mount oleh
bangsa Umayyad dan baru exist pada
tahun 710 M.
Sedangkan Muhammad wafat pada
tahun 632 M. Jadi kisah perjalanan
malam ke bait Yerusalem itu adalah
sepenuhnya fiktif. Tak ada bangunan
apapun yang akan dijumpai Muhammad
untuk bersholat disana. Baru 78 tahun
kemudian mesjid Islam dibangun disitu
dan diberi nama “Al Aqsa” (Mesjid
terjauh) untuk dicocokkan dengan kata-
kata Muhammad. Itu yang begitu sering
terjadi dengan periwayatan fiktif hadits
Nabi yang muncul 200 tahun kemudian
(setelah kematian Muhammad) untuk
dicocok-cocokkan dengan fakta
sebelumnya. Kisah fiktif after the facts!
:

: