Daftar nama wanita yang digauli muhammad

Posted on Februari 8, 2012

0


Ilmuwan dan negarawan Muslim yang bernama Ali
Dashti melaporkan daftar para wanita dalam kehidupan
Muhammad sebagai berikut:

1. Khadijah
2. Saudah
3. Aisyah
4. Ummu Salama
5. Hafsah
6. Zainab (bt Jahsy)
7. Juwayriya
8. Ummu Habila
9. Safiah 20. Maimunah
10.Maimunah (bt Harits)
11. Fatimah
12. Hend
13. Asma (bt Saba)
14. Zaenab (bt Khuzaimah)
15. Habla
16. Asma (bt Noman)
17. Maria (orang Kristen)/Koptik
18. Rayhana
19. Ummu Sharik
21. Zainab (nomor tiga)
22. Khaula

Beberapa pengamatan dari daftar tersebut di atas yang
perlu dibahas di sini:

a. Para wanita nomor 1 s./d. 16 adalah istri-istri
Muhammad.

b. Wanita nomor 17 dan 18 adalah budak atau gundik. Di
sinilah posisi Mariah Koptik

c. Para wanita nomor 19, 20, 21,22 adalah bukan istri
bukan pula budak, mereka adalah wanita Muslim yang
soleh yang meyerahkan diri mereka sendiri untuk
memuaskan nafsu seksual Muhammad.

Maria yg orang Kristen Koptic (Kristen asli Mesir) menolak
menikah dengan Muhammad karena dia tidak mau
meninggalkan Kristen untuk masuk Islam.

Dia dengan
berani memilih tetap menjadi budak seksnya Mamad
dari pada harus masuk Islam.

d. Wanita nomor 6, Zainab, semula adalah istri dari anak
angkat Muhammad. Kenyataan bahwa Muhammad
menjadikan wanita ini sebagai istrinya merupakan
masalah
Bagi banyak orang termasuk orang-orang Muslim sendiri.

Proses Zainab menjadi istrinya Muhammad sungguh
merisihkan. Wanita inilah satu-satunya yang dijodohkan
Allah kepada Muhammad serta membukukannya dalam
Quran.

Padahal ia tadinya adalah istri dari Zaid bin
Haritha yang anak angkat Muhammad sendiri.
Keinginan dan api cinta terhadap Zainab terpancar dari
sinar mata Muhammad ketika keduanya bertemu di
rumah Zainab (masih) sebagai Nyonya Zaid.

Muhammad
ragu-ragu, gelisah dan ditahan-tahan. Allah
mengetahuinya dan sengaja menurunkan Surat 33:37
yang meluluskan keinginan terhadap Zainab, begitu
selesai urusan cerainya dengan Zaid.

Pertanyaan yang sulit dijawab: Kenapa Muhammad
mengingini istri orang, malahan istri anak angkatnya
sendiri, dan betul-betul mengawininya?!

Padahal Hukum
Taurat yang masih dan selalu berlaku adalah: “Jangan
menginginiistrinya” (sesamamu) (Keluaran 20:17)

:

: