Dapatkah Amal Ibadah Menyelamatkan Orang Islam?

Posted on Februari 8, 2012

0


Dapatkah Amal Ibadah Menyelamatkan Orang
Islam?

Setiap umat Muslim berharap mendapat
pengampunan dosa melalui usaha mereka sendiri.
Mereka berpendapat, “Kita diharuskan beribadah
sebanyak mungkin guna memperbanyak amal. Sebab
di akhirat kelak, amal perbuatan manusia akan
ditimbang”

Pertanyaannya: Bilakah ibadah seseorang akan
dianggap cukup? Apakah dengan usaha tersebut
seorang Muslim sudah dapat pasti selamat?
Sulit untuk dipastikan! Sebab ayat lain dalam Al-Quran
berkata, “Dan tidak ada seorang pun dari padamu,
melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi
Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah
ditetapkan” (Qs 19:71).

Rujuklah ayat di atas! Ternyata banyak-sedikitnya
amal dan ibadah seorang Mukmin, tetap tidak dapat
menjamin kepastian keselamatan.

Manusia Berdosa Membutuhkan Pertolongan
Firman Allah berkata, “Dari hati orang timbul segala
pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa
napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Injil,
Rasul Markus 7:21-22)

Demikianlah, dosa bukan hanya perbuatan jahat yang
dilakukan manusia. Tetapi lebih dari itu, setiap hal
yang dipikirkan, yang tidak sesuai dengan kebenaran
firman Allah, juga merupakan dosa. Untuk dapat
benar-benar lepas dari dosa, manusia membutuhkan
pertolongan.
Allah Tidak “Menimbang” Dosa, Melainkan
Menghapusnya
Salah satu sifat Allah, adalah maha kasih. Allah yang
maha kasih, juga adalah Allah yang adil.

Setiap dosa –
banyak atau sedikit – yang telah menceraikan
manusia dari Allah, harus dihukum!
Janji indah Isa Al-Masih bagi pengikut-Nya: Allah tidak
“menimbang” dosa. Allah menghapus dan
mengampuni dosa.

Sehingga, setiap pengikut Isa Al-
Masih, tidak ada yang mengandalkan ibadah amal
untuk keselamatan. Mereka bersandar penuh pada
pengorbanan Isa Al-Masih yang sempurna.
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya
menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah.” (Injil, Surat II Korintus 5:21).

Janji Keselamatan dari Isa Al-Masih
Inilah janji indah Isa Al-Masih. Janji ini berlaku bagi
siapa saja yang ingin menerimanya. Isa pernah
bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes
14:6).

Isa Al-Masih adalah “Jalan Allah”, “Kebenaran Allah”
dan “Hidup Kekal”. Maka seseorang yang menerima-
Nya, berarti masuk “Jalan Allah,” menerima
“Kebenaran Allah” dan “Hidup Kekal.”
Isa Al-Masih juga satu-satunya Pribadi yang dapat
memberikan ‘tiket Keselamatan’ bagi siapa saja yang
menginginkannya. “. . . jika kamu mengaku dengan
mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya
dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia
dari antara orang mati, maka kamu akan
diselamatkan.” (Injil, Surat Roma 10:9)

Keselamatan Anugerah Allah
Janji keselamatan yang diberikan oleh Isa Al-Masih
tidak dapat dibeli dengan amal dan ibadah.
Keselamatan merupakan anugerah dan pemberian
cuma-cuma dari Allah. “Sebab karena kasih karunia
kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil
pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan
diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

Keselamatan adalah pemberian terindah. Datanglah
kepada Isa Al-Masih untuk menerima keselamatan
yang sudah disediakan. Keselamatan yang hanya
akan diterima oleh mereka yang bersedia menyambut
anugerah terbesar.

:

: