ALLAH SWT & JIBRIL bukanlah YHVH dan malaikatnya

Posted on Februari 11, 2012

0


Orang Yahudi di Arab ketika itu juga memakai kata
yang sama untuk menyebut “sang tuhan” yang
tertinggi, yaitu Allah. Namun Allah yang disembah
Yahudi tidak sama dengan awloh yang disembah
orang-orang Arab termasuk Muhammad.

Kisah berikut
menunjukkan hal itu, bahwa Yahudi tidak mengakui
Allahnya Muhammad, bahkan berani melecehkannya.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 500

Rasulullah SAW bersabda, “Aku bersumpah dengan
Allah dan dengan hari-hari-Nya di Bani Israel, apakah
kalian tahu bahwa Jibril datang kepadaku?”

Rahib-rahib Yahudi berkata, “Ya Allah, itu betul. Tapi
hai Muhammad, kami memusuhinya. Ia malaikat,
namun ia bersikap kasar, dan menumpahkan darah.

Jika ia tidak begitu, kami pasti
mengikutimu.” [Hahahahahaha…….. disindir seperti itu,
Muhammad masih gak merasa? Jelas yang dimaksud
para rahib dengan “jibril” adalah Muhammad sendiri]

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 523

Ibnu Ishaq berkata, pada suatu hari Abu Bakar
memasuki Baitul Midras dan melihat banyak sekali
orang-orang Yahudi di sana sedang berkumpul di
salah seorang dari mereka yang bernama Finhas;
ulama dan rahib mereka. Finhas ketika itu ditemani
rahib Yahudi yang lain yang bernama Asya’.

AbuBakar berkata kepada Finhas, “Celaka engkau wahai
Finhas, bertakwalah engkau kepada Allah dan masuk
Islamlah! Demi Allah, engkau telah mengetahui
bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau datang
kepada kalian dengan membawa kebenaran dari sisi
Allah, dan kalian mendapati nama beliau tertulis di
Taurat dan Injil.”

Finhas berkata kepada Abu Bakar, “Demi Allah, wahai
Abu Bakar, kita tidak butuh Allah (maksudnya
awlohnya Muhammad), dan justru Allah yang butuh
kepada kita. Kami tidak merendahkan diri
kepadanya sebagaimana dia merendahkan diri
kepada kami. Kami lebih kaya daripada dia, dan dia
tidak lebih kaya daripada kami. Jika Allah lebih kaya
daripada kami, dia tidak pinjam kekayaan kami
seperti dikatakan sahabat kalian. Allah melarang
kalian riba, dan dia memberi riba kepada kami. Jika
Allah lebih kaya daripada kami, dia tidak memberi
kami riba.”

Abu Bakar marah karena ucapan Finhas tersebut,
kemudian ia memukul wajah Finhas dengan pukulan
keras, sambil berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada
di genggaman tangannya, jika tidak ada perjanjian di
antara kita, aku pasti memukul kepalamu, wahai
musuh Allah.”

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 537

lbnu Ishaq berkata, “An-Nahham bin Zaid, Fardam bin
Ka’ab, dan Bahri bin Amr datang kepada Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata
kepada beliau, `Hai Muhammad, tidakkah engkau
tahu bahwa ada tuhan lain selain Allah?’

Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Allah. Tidak
ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia saja.
Dengan ajaran seperti itu aku diutus, dan kepada-Nya
aku berdakwah.’ Kemudian Allah Ta ‘ala menurunkan
ayat tentang mereka,
Katakanlah, Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?’
Katakanlah, ‘Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan
kalian. Dan AI-Qur’an mi diwahyukan kepadaku
supaya dengannya aku memberi peringatan kepada
kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-
Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kalian
mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di
samping Allah?’ Katakanlah, Aku tidak mengakui. ‘
Katakanlah, Sesungguhnya Dia Tuhan Yang Maha Esa
dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang
kalian persekutukan (dengan Allah). ‘ Orang-orang
yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka
mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal
anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan
dirinya, mereka itu tidak beriman . “(AI-An’am: 19-20).

Kisah di atas membuktikan bahwa Yahudi tahu kalau
awlohnya Muhammad adalah sosok dewa yang
mendekam di kabah, di mana di sampingnya ada
tuhan-tuhan lain (360 berhala).

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 541

Ibnu Ishaq berkata, “Huyai bin Akhthab, Ka’ab bin
Asad, Abu Nafi’, Asya’, dan Samuel bin Zaid berkata
kepada Abdullah bin Salam ketika ia telah masuk
Islam, `Kenabian tidak akan terjadi pada orang-
orang Arab. Sahabatmu (Muhammad) itu hanyalah
seorang raja.’

Usai berkata seperti itu kepada Abdullah bin Salam,
mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam, kemudian mereka bertanya kepada beliau
tentang Dzu Al-Qarnain. Rasulullah SAW menceritakan
kisah Dzu Al-Qarnain yang diterimanya dari sisi Allah
seperti yang pemah beliau ceritakan kepada orang-
orang Quraisy. Merekalah yang menyuruh orang-
orang Quraisy bertanya tentang Dzu Al-Qamain
kepada Rasulullah SAW ketika orang-orang Quraisy
mengirim An-Nadhr bin Al-Harts dan Uqbah bin Mu’ath
kepada mereka.”

Ibnu Ishaq berkata bahwa aku diberitahu dari Sa’id
bin Jubair yang berkata, “Beberapa orang Yahudi
datang kepada Rasulullah SAW, kemudian mereka
berkata, `Hai Muhammad, inilah Allah. Dia
menciptakan makhluk. Siapakah yang menciptakan
Allah?’

Rasulullah SAW marah mendengar
perkataan mereka hingga beliau pucat. Beliau
meloncat kepada mereka marah karena Allah, kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau guna menenangkan beliau.

Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah SAW, `Tenangkan dirimu hai Muhammad!’ Malaikat Jibril datang dari Allah dengan membawa jawaban atas pertanyaan mereka, “Katakanlah, Dia lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak Pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. ‘(Al-Ikhlas: 1-4). Ketika Rasulullah SAW membacakan ayat-ayat tersebut kepada mereka, mereka berkata kepada beliau,

Coba jelaskan kepada kami, hai Muhammad, bagaimana penciptaan Allah, bagaimana tangan- Nya? Bagaimana lengan-Nya?’ Rasulullah SAW marah lebih keras daripada marah yang pertama dan meloncat ke arah mereka.

Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dan berkata kepada beliau seperti yang ia ucapkan sebelumnya, serta membawa jawaban dari Allah atas pertanyaan-pertanyaan mereka.

Allah Ta’ala befirman, Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada Han Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan “(Az-Zumar: 67).

Ibnu Ishaq berkata bahwa Utbah bin Muslim mantan budak Bani Tair berkata kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah yang berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Manusia saling bertanya sesama mereka hingga salah seorang dari penanya mereka berkata, `Inilah Allah telah menciptakan makhluk, dan siapakah yang menciptakan Allah?’

Jika mereka berkata seperti itu, katakanlah: “Katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. ‘(Al-lkhlas: 14).

Kemudian hendaklah seseorang meludah di sebelah kirinya sebanyak tiga kali, dan hendaklah ia berlindung diri kepada Allah dari syetan yang terkutuk.”

Orang Yahudi tentu saja tahu kalau YHVH adalah SANG PENCIPTA yang tidak diciptakan. Mereka bertanya “Siapa yang menciptakan Awloh” adalah dengan maksud menyindir Muhammad karena mereka tahu ayat-ayat awloh adalah karangan Muhammad, sehingga dapat dikatakan “Muhammad menciptakan awlohnya sendiri.”

:

: