Pengakuan Muhammad bahwa dirinya nabi palsu

Posted on Februari 11, 2012

0


Mati karena racun sebagai bukti Muhammad nabi
palsu

Tabaqat Ibn Sa’d halaman 249

Wanita Yahudi yang meracuni Muhammad berkata,
“Aku ingin tahu apakah kau benar-benar seorang
nabi, yang jika memang benar maka racun ini tidak
akan mengganggumu, dan jika kau ternyata seorang
nabi palsu, maka aku akan dapat membebaskan
masyarakat dari dirimu.”

Urat nadi terpotong sebagai bukti Muhammad nabi
palsu

Qs. 69:44-47

(44) Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan
sebagian perkataan atas (nama) Kami,

[45] Niscaya benar-benar kami pegang dia pada
tangan kanannya.

[46] Kemudian benar-benar Kami potong urat tali
jantungnya.

[47] Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu
yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan
urat nadi itu.

Akhirnya Muhammad mengakui bahwa dirinya
seorang nabi palsu:

Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713:

Dikisahkan oleh Aisha:
Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi
sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih
merasa kesakitan karena daging yang kumakan di
Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku
dipotong oleh racun itu.”

Tabaqat Ibn Sa’d, halaman 252

Rasul Allah hidup sampai tiga tahun setelah itu sampai
racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat.

Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah
berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang
kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali
(dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba
saatnya batang nadiku terputus.”

Walaupun ada spekulasi dari pihak sejarawan Islam
sendiri, kalau Muhammad mati akibat racun yang
diberikan oleh Aisyah dan Hafsah, tetap tidak
menyangkal fakta bahwa Muhammad adalah nabi
palsu karena dia mati terkena racun. (sesuai dengan
Yeremia 23:15)

Tafsirul Iyasy 1/200, karya Muhammad bin Mahmud
bin Iyasy

Abu Abdillah Ja’far Ash Shidiq rahimahullah pernah
berkata: “Tahukah kalian apakah Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam meninggal dunia atau dibunuh?”

Sesungguhnya Allah telah berfirman yang artinya:
“Apakah jika dia (Muhammad) mati atau dibunuh,
kalian akan murtad?” (Ali Imran: 144).

Beliau
sebenarnya telah diberi racun sebelum meninggalnya.

Sesungguhnya dua wanita itu (Aisyah dan Hafshah)
telah meminumkan racun kepada beliau sebelum
meninggalnya.

Maka kami menyatakan:
“Sesungguhnya dua wanita dan kedua bapaknya (Abu
Bakar dan Umar) adalah sejelek-jelek makhluk Allah.”

:

: