MUHAMMAD SETUJU BUKU UMAT KRISTEN DISEBUT “INJIL”?

Posted on Maret 15, 2012

0


: MUHAMMAD SETUJU BUKU UMAT KRISTEN DISEBUT “INJIL”?
:
:Qs 5:47 menyebut orang Kristen sebagai “pengikut Injil”. Seharusnya begitu. Kita dengan mudah mengerti arti kata “pengikut”.
:
:Tetapi apakah artinya “Injil”? Banyak orang akan menjawab, “Kitab Kristen”. Hal itu memang benar.
:
: Sebetulnya kitab Kristen disebut “Injil” karena intinya! Kata asli “Injil” dalam bahasa Yunani (bahasa umum pada masa Isa Al-Masih) ialah euangelion. “Eu” berarti ‘baik’ dan “angelion” berarti ‘kabar’. Maka Injil dalam bahasa aslinya berarti “kabar baik”.
:
: Kabar baik tentang apa? Syariat agama? Cara sembahyang baru? Peraturan ibadat unik? Tidak! Yang dimaksudkan dengan “kabar baik” ialah jaminan keselamatan kekal dari hukuman neraka.
:
: Injil Allah memuat ayat suci berikut: “Sebab upah dosa ialah maut [neraka]; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus [Isa Al-Masih], Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).
:
: Injil disebut “kabar baik” karena keselamatan diberikan, bukan sebagai akibat usaha dan ibadat manusia. Ayat suci di atas mengatakan hidup kekal merupakan “karunia Allah”. Atau dengan kata lain “hadiah Allah”. Inilah mengapa kitab umat Kristen disebut “Injil” atau “kabar baik”.
:
: Kiranya saudara tahu, hadiah keselamatan kekal ini ditawarkan kepada setiap insan di dunia, termasuk Saudara juga. Inilah jelas kabar baik!
:
:Wassalam!

:

: