Aku Sudah Bener2 Muak dg Islam

Posted on Maret 17, 2012

0


: Aku Sudah Bener2 Muak dg Islam
:(Dari Seorang X-Muslimah)
:
:Aku dibesarkan di keluarga Islam yang relatif taat beragama. Kedua orang tuaku sudah berhaji
:dari tahun 80an dan mereka sangat dihargai oleh masyarakat di tempat kita tinggal.
:
:Bisa dikatakan keluargaku termasuk Islam moderat. Kedua orang tuaku tetap mengutamakan logika
:dan hati nurani dalam mengaplikasikan ajaran Islam. Aa Gym merupakan salah satu ustadz favorit
:kami sampai beliau memutuskan untuk menikah lagi.
:
:Aku memakai jilbab ketika aku SMP atas kesadaranku sendiri. Saat itu aku merasa bahwa jilbab adalah
:sgt baik buatku untuk menjgku dari bahaya pergaulan bebas di sekolah.
:Aku jg mulai aktif di kegiatan keagamaan di sekolah dan ini terus berlanjut ketika
:aku kuliah. Ada banyak konsep Islam yang enggak sreg di hatiku, misalnya ajah poligami, cuman aku
:menganggap bahwa itu gara2 keimananku yang relatif rendah. Aku berpikir dengan semakin kenalnya aku
:dengan Islam, Insya Allah aku akan bisa menerima konsep2 itu. Tapi rupanya aku salah……..
:
:Aku jadi getol membaca buku2 Islami, hingga suatu saat kebaca buku Sirah Nabawiyah karangan Al Mubarakfuri.
:Terus terang buku ini sangat gamblang menceritakan bagaimana kehidupan Nabi. Begitu aku
:baca sampai bagian peperang (perang Badar, dst), aku mulai enggak sreg.
:Bagaimana seorang utusan Allah bisa memerintahkan utk memengal 700 orang2
:yang menyerah misalnya, terus ngambil wanita2 dan anak2 yang tersisa sebagai budak ? (lihat Bab Perang Bainuqa).
:
:Cerita lain yg sgt menggangguku adalah tentang Shafiyah bin Huyaiy (lihat Bab Perang Khaibar). Setelah Nabi
:membunuh semua laki2 di kaumnya, termasuk suaminya, Nabi terus meminta Shafiyah untuk menjadi
:istrinya begitu peperangan baru saja berakhir. Aku benar2 terkejut bagaimana itu semua bisa dilakukan
:oleh Nabi Muhammad yg selama ini kukenal sbg uswatun hasanah ? Aku terus ngebayangin kalau aku jd seorang
:Shafiyah, tentu aku bakal nerima lamaran Nabi jg demi keselamatanku sendiri. Cuman aku gak
:bisa ngebayangin susahnya hidup sbg seorang Shafiyah yg mesti hidup bersama orang yg membunuh suami
:dan ayahnya. Ya Allah, aku protes kalau itu memang dilakukan oleh Nabi Muhammad…..
:
:Aku pun jd sering bertanya2 tentang kebenaran cerita di atas ke teman2ku maupun ke ustadz2ku. Rata2 mereka
:awalnya kelihatan terkejut, namun biasanya mereka terus menjawab yg intinya Nabi pasti mengetahui apa yg kita
:tidak ketahui…. Begitu aku pingin ngebahas lebih lanjut, mereka malah ngecap usahaku sbg ghazul fikri,
:yang intinya sbg seorang muslimah, aku tidak boleh mempertanyakan kebenaran Islam itu sendiri…
:
:Aku frustasi dan akhirnya aku coba nyari jawaban sendiri lewat internet hingga akhirnya kutemukan website
:wiki islam dan anti islam lainnya. Rupanya cerita tentang Shafiyah jg ada di website ini. Aku sangat2 shock begitu ngecheck
:apa yg ditulis di website ini rupanya adalah fakta (ada di Al Quran atau hadits shahih). Aku masih ingat bagaimana
:sakitnya aku begitu sadar bahwa semua yg aku lakukan atas nama Islam (berjilbab, dsb…) rupanya sia2 belaka, karena
:Islam tidak lebih dari produk seorang penindas wanita bernama Muhammad !
:
:Hampir selama sebulan kemudian aku jd malas makan dan sering nangis malem2. Ayahku yg biasanya tempat aku
:curhat akhirnya tahu ada sesuatu yg enggak beres. Awalnya aku gak mau terus-terang, cuman setelah yakin akan kasih
:sayangnya selama ini, akhirnya aku mulai menjelaskan semuanya. Beliau tentu sgt terkejut pd awalnya, namun begitu kutunjukkan
:bukti2nya, beliau yg selalu mengutamakan logika akhirnya memelukku dan membiarkan aku menangis dipelukannya.
:Masih kuingat kata2 beliau saat itu “Jgn kuatir….. Ntar kita cari kebenarannya sama-sama oke ? Jgn bilang apa2 ke mama dulu……”.
:
:Aku bersyukur mempunyai seorang ayah sebijak beliau. Dan kami jg beruntung sudah banyak literatur Islam yg sudah diterjemahkan ke
:bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Akhirnya kami yakin bahwa Islam bukan agama yang benar dan justru sgt berbahaya
:(Tolong dibedakan dg Islam Indonesia yg relatif lebih cinta damai dibanding dg agama Islam aslinya. Sebagai perbandingan, kita
:sering mendengar bagaimana penindasan thp TKW2 yg kerja di negeri2 yg menggunakan Islam sebagai hukum negara….).
:
:Kami pun terus berdiskusi bagaimana langkah selanjutnya. Aku misalnya memutuskan utk tetap pakai jilbab, namun aku mengurangi
:aktivitasku ku di mesjid kampus sedikit demi sedikit dg alasan aku kepengen lulus cepet (waktu itu aku udah di tk akhir…..).
:Akhirnya aku pun bisa lulus cepet dan gara2 IPku sgt menjanjikan, aku gak kesulitan utk dapet kerjaan.
:Aku bersyukur aku udah kerja sekarang dan bisa punya temen2 lain yg tentunya lebih sekular.
:
:Berita bagus lainnya, mamaku pun akhirnya bisa diyakinkan gimana salahnya agama Islam ini.
:Dan bisa dibayangkan gimana hancurnya hati beliau begitu tahu semua pengorbanan beliau selama ini atas nama Islam menjadi sia2 belaka….
:
:Setelah sekian lama jd penggemar pasif website ini, akhirnya aku berani menuliskan kisah kemurtadan kami ini. Tentu saja aku takut , cuman
:aku berprinsip :”TRUTH to be told…..”.
:
:Aku menggugah para muslimah di manapun Anda berada utk lebih kritikal pada agamanya. Islam telah mengambil kebebasan Anda2, mengharuskan
:kita berjilbab (yg ngebuat rambut kita rontok, dll), mewajibkan kita nrima konsep poligami, dan menganggap laki2 lebih mulia daripada kita.

:

: