Muhammad itu mulia

Posted on Maret 29, 2012

1


Muslim: Pak Duladi, anda jangan suka menghina nabi Muhammad. Beliau
adalah manusia yang paling mulia, manusia pilihan Alloh.
Duladi: Buktinya mana kalo Muhammad itu manusia mulia? Bagaimana
kalo saya tunjukkan bukti dari sejarah bahwa beliau tidaklah mulia seperti
yg anda kira?
Muslim: Saya berdoa semoga anda mendapat hidayah. Amin.
Duladi: Buktikan dong, Muhammad itu mulia.
Muslim: Saya hanya bisa mendoakan anda semoga mendapat hidayah.
Duladi: Jadi anda tak bisa membuktikan klaim anda ttg Muhammad itu?
Muslim: Saya diajarkan begitu oleh agama saya, bahwa nabi adalah
manusia pilihan Tuhan, dan Muhammad adalah salah satunya. Beliau
adalah makhluk paling terpuji di muka bumi.
Duladi: Buktinya mana?
Muslim: Saya mendoakan anda semoga mendapat hidayah. Amin.
Duladi: Ini, dari riwayat sejarah, akhlak Muhammad ternyata tidak seperti
yg Islam katakan:
1. Muhammad itu Pedofil
Hadist Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan
suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya
selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )
Hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2
perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya
masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang
Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
Hadist Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
‘A’isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya
ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke
rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan
boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha)
berusia delapanbelas tahun.
2. Muhammad itu Pezinah
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya
surat At-Tahrim
Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak
wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus
memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah
menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi).
Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu
mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari
kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya
surat At-Tahrim
Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di
rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah
bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus
di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu
berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk
menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.”
Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas
membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa
engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi
menyenangkan hati istri-istrimu….”
Tafsir Maududi Q33:50 (” onclick=”window.open(this.href);return false;)
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah),
Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan
Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah
budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad
membebaskan dan menikahinya.
3. Muhammad itu Penipu (Pembohong)
BUKHARI, Volume 7, Book 67, Number 427:
“Adalah allah yang memberikan kepadamu mulut. Oleh allah dan atas
kehendak allah, jika aku bersumpah dan kemudian menemukan yang lebih
baik dari itu, maka aku akan mengubah sumpahku tersebut.
4. Muhammad itu Pendendam
Satu contoh saja:
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 623-624
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’
binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa
membunuh putri Marwan?’ Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin
Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya.
Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh
wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai
Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’ Umair bin Adi Al-
Khathmi berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena
membunuhnya?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak
ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.’
Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah,
yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma’ binti Marwan.
Ketika itu, Ashma’ bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika
Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam, ia berkata, ‘Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh
Ashma’ binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya
untukku dan jangan menunda-nunda.’
5. Muhammad itu Perampok
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 582
Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin
Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut
kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi
mereka.
Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam,
beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,”Inilah
kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka.
Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah
memberikan kekayaan kepada kalian”.
Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya
kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak
terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir
yang berkata kepadanya, ”Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi
sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah
dagangmu,”.
6. Muhammad itu Pembunuh sadis
Hadits Sahih Bukhari volume 1, #234
Dinarasikan oleh Abu Qilaba:
Anas berkata “beberapa orang dari suku Ukl atau Uraina datang ke
Medinah dan iklim di sana tidak cocok untuk mereka jadi sang nabi
menyuruh mereka untuk pergi ke gembala unta dan meminum susu dan
kencing (sebagai obat). Jadi mereka pergi ke arah yang ditunjukkan dan
setelah mereka sembuh, mereka membunuh gembala sang nabi dan
membawa lari untanya. Berita itu sampai ke sang nabi pada pagi hari dan
dia mengirim (orang) dalam pengejaran dan mereka tertangkap dan
dibawa saat sore. Kemudian sang nabi menyuruh orang memenggal kaki
dan tangan mereka (dan terlaksana), dan kemudian mata mereka dicap
dengan besi panas dan mereka di taruh di “al-harra” dan saat mereka
meminta air, tidak ada air yang diberikan. Abu Qilaba berkata, “orang2 itu
mencuri dan membunuh, menjadi orang tak beriman setelah memeluk
islam dan melawan allah dan nabinya.”
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 206-207
Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah
disuruh turun, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan
mereka di Madinah di rumah putri Al-Harits, salah seorang wanita dari Bani
An-Najjar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Pasar Madinah,
kemudian membuat parit di sana. Setelah itu, beliau memerintahkan orang-
orang Yahudi Bani Quraidhah dibawa ke parit tersebut dan memenggal
kepala mereka di dalamnya. Mereka dibawa ke parit tersebut kelompok
per-kelompok, termasuk musuh Allah Huyai bin Akhthab, Ka’ab bin Asad
tokoh Bani Quraidhah bersama enam ratus atau tujuh ratus orang-orang
Bani Quraidhah. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka adalah
delapan ratus atau bahkan sembilan ratus. Orang-orang Yahudi Bani
Quraidhah berkata kepada Ka’ab bin Asad ketika mereka dibawa kepada
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara berkelompok, ‘Hai Ka’ab,
bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan Muhammad kepada kita?’
Ka’ab bin Asad berkata, ‘Kenapa kalian tidak berpikir di setiap tempat?
Tidakkah kalian lihat dai yang tidak terbantahkan? Bukankah orang di
antara kalian yang dibawa kepadanya itu tidak kembali lagi? Demi Allah,
inilah pembunuhan.’ Itulah yang terjadi hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam selesai merealisasikan keputusan Sa’ad bin Muadz terhadap
mereka.”
7. Muhammad itu Preman dan Penjajah
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi
orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah
selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan
sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika
mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka
dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh
Allah.”
http://opi.110mb.com/haditsweb/bulughul_maram/hadits11.htm
Hadits ke-11
Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu
‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika mengangkat
komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat
khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum
muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Berperanglah
atas nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah.
Berperanglah, jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan
memotong anggota badan, jangan membunuh anak-anak. Jika engkau
bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada tiga hal.
Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan
apa-apakan mereka, yaitu: (1) ajaklah mereka memeluk agama Islam, jika
mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka
berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin, jika mereka
menolak, katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang
Arab Badui yang masuk Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa
dari harta rampasan perang dan fai’ (harta rampasan tanpa peperangan),
kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Bila mereka
menolak (masuk Islam), (2) mintalah mereka agar membayar upeti. Jika
mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu, bila mereka
menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan (3) perangilah mereka.
Apabila engkau mengepung penduduk yang berada dalam benteng dan
mereka mau menyerah jika engkau memberikan kepada mereka
tanggungan Allah dan Rasul-Nya, maka jangan engkau lakukan, namun
berilah tanggungan kepada mereka. Karena sesungguhnya jika engkau
mengurungkan tanggunganmu adalah lebih ringan daripada engkau
mengurungkan tanggungan Allah. Apabila mereka menginginkan engkau
memberikan keamanan atas mereka berdasarkan hukum Allah, jangan
engkau lakukan. Tetapi lakukanlah atas kebijaksanaanmu sendiri, karena
engkau tidak tahu, apakah engkau tepat dengan hukum Allah atau tidak
dalam menetapkan hukum kepada mereka.” Riwayat Muslim.
Kalo saya ringkas, ada 4 sifat melekat pd diri Muhammad:
1) Bodoh
2) Tidak waras
3) Bejat / Amoral
4) Jahat
Jadi, segala yg buruk-buruk ato jelek-jelek itu SEMUANYA MUHAMMAD
miliki. Astaghfirullah…..
BAgaimana anda bisa mengatakan Muhammad itu mulia?
:

:

Posted in: Uncategorized