Menyempurnakan akhlak

Posted on April 10, 2012

0


Muslim: saya sering melihat anda bertanya kpd muslim ttg 2 hal yakni:
menyempurnkan akhlak maksudnya apa? dan cntohnya seperti apa.
saya berusaha menjawab semampu saya, dan dari yg sy fahami dr intisari
ajaran Rasul:
1. Rasul kami pernah berkata setiap mnusia adalah pemimpin dan dia akan
diminta pertanggungjawabannya ttg yg dia pimpin.
Diriwayat lain pernah berkta stiap manusia adalah gembala dan dia akan
diminta pertanggungjawabannya setiap apa yg dia gemblakannya.
maksudny apa? maksudnya adalah manusia bertanggungjwb pnuh terhdp
organ & indra yg d miliki. diantaranya adalah mata, hati, otak (akal/fikiran)
dan pendengaran.
muslim bila mginginkn damai hatinya harus bisa mencontoh Rasulnya,
bukan pendendam, pemaaf, halus tutur katanya, dermawan, berbaik
sangka.
2. aplikasinya atau contohnya. 1.tdk menyimpan jengkel di hati atau di
fikiran kita atau keluar kata amarah dari mulut kita.
2. mendengarkan yg manfaat
3. mengucapkan kata-kata yg tdk menyakiti
4. mampu membedakan yg baik & yg buruk.
Demikian mas, maaf apabila kata-katanya yg kurang pas. tu krn
kedangkalan ilmu saya.

Tanggapan:
Sebenarnya akhlak itu berhubungan dengan moral, bukan? Ketika
dikatakan “MENYEMPURNAKAN AKHLAK/MORAL”, maka seharusnya seperti
apakah moral yg sempurna itu? Para kafir tampaknya setuju dengan poin-
poin kebaikan yg anda tulis di atas, tapi apakah itu sudah nabi Muhammad
lakukan? Bila nabi tidak melakukannya, justru melakukan yg sebaliknya, di
manakah DASAR UCAPAN anda di atas? Apakah anda cuma menghafal
ILUSI atau FAKTA?
Bukankah akhlak Islami itu harus mencontoh akhlak nabi Muhammad?
Saya menghargai penjelasan anda tentang “MORAL & KEBAJIKAN”. Tapi itu
menurut anda sendiri, dan bukan AJARAN RASULULLAH. Anda adalah
muslim baik, dan anda tampaknya telah tertipu Islam karena anda
menyangka ajaran-ajaran baik yg ada dalam benak anda di atas adalah
juga ajaran-ajaran Muhammad. Sekiranya anda tahu bagaimana
Muhammad itu, tentu anda akan malu mengatakan poin-poin di atas,
sebab semua poin yg anda sebutkan di atas bisa dipakai untuk
menghakimi Muhammad karena Muhammad tidak sanggup menerapkan
dalam hidupnya, bahkan dia malah banyak melakukan keburukan.
:

:

Posted in: Uncategorized