Lidah Penyanyi dicabut Paksa

Posted on April 28, 2012

0


Pada saat Muhammad menaklukkan Mekah di bulan January, 630M, dia
memerintahkan beberapa penyanyi wanita dibunuh.

Ibn Sa’d menulis
bahwa kedua budak penyanyi wanita milik Abd Allah ibn Khatal (atau Abd al-Uzza b. Khatal) dibunuh.

Abd Allah ibn Khatal berlindung di balik selimut Ka’bah, tapi jihadis Said b. Hurayth al-Makhzumi dan Abu Barzah
merobek perutnya [Ibn Sa’d, vol.ii, hal.174]

Selain itu, ada dua penyanyi lain yang juga dijatuhi hukuman mati.
Mereka adalah budak penyanyi milik al-Maqis. Kedua penyanyi ini
beranama Fartana dan Sara.

Fartana berhasil dibunuh, sedangkan Sara
sempat melarikan diri dan nantinya memeluk Islam sehingga nyawanya diampuni.

Dikisahkan oleh Sa’id ibn Yarbu’ al-Makhzumi:
Sang Nabi berkata: di hari penaklukkan Mekah, ada 4 orang yang tidak akan kuampuni
di tempat suci maupun non suci.

Dia lalu menyebutkan nama orang2 itu.

Dua gadis adalah para penyanyi al-Maqis; yang seorang dibunuh dan yang seorang lagi
melarikan diri dan lalu memeluk Islam.

Kesalahan para wanita penyanyi yang malang ini hanyalah karena dulu mereka sering menyanyikan lagu2 yang mengejek Muhammad dan aliran sesat ciptaannya yakni Islam. Hal ini seharusnya tidak jadi
masalah besar, karena ternyata Muhammad sendiri sering mengejek agama asli kakek moyang dan masyarakatnya sendiri di Mekah.

Bagaimana Cara Membunuh Penyanyi

Sekarang yang ingin diketahui adalah bagaimana cara pembunuhan yang dilakukan Muhammad dan para sahabatnya terhadap para penyanyi di jaman itu? Ingatlah bahwa Muhammad sangat membenci musik dan melarang Muslim bermain musik.

Dari buku Nawal el Saadawi
yang berjudul The Hidden Face of Eve (1980) ditemukan jawabannya.

Sara adalah budak penyanyi yang terkenal yang sering menyanyikan
lagu2 sindiran terhadap kaum Muslim. Dia adalah satu dari antara orang-orang yang diperintahkan Muhammad untuk dibunuh ketika dia
menaklukkan Mekah.

Di daerah El Nagir, diketahui bahwa beberapa wanita bersuka cita saat sang Nabi meninggal dan Abu Bakr, sang Kalifah pertama, memerintahkan pemotongan kaki2 dan tangan2 para
wanita tersebut. Maka wanita manapun yang berani mengeluarkan suara protes atau menentang dapat dijatuhi hukuman kejam.

Tangan2 mereka dapat dipotong, atau gigi-gigi mereka dicabut, atau lidah mereka ditarik dari mulut mereka. Hukuman tarik lidah terutama dikenakan pada
penyanyi-penyanyi wanita. Dikatakan bahwa wanita-wanita ini dulu sering mewarnai tangan mereka dengan henna, tidak malu untuk menampakkan keindahan mereka yang menggoda, dan memukul tamburin dan drum dengan jari2 mereka sebagai perlawanan pada Allah
SWT dan ejekan terhadap Allah SWT dan RasulNya. Karena itu perlu untuk memotong tangan2 dan mencabut lidah2 mereka.

Rupanya dulu di jaman sebelum Islam, banyak para penari dan penyanyi wanita berjoget menggoyangkan pantat mereka di sekeliling berhala atau patung dewa mereka.

Muhammad rupanya tidak suka akan hal ini.

Makanya jangan heran jika Bang Haji Oma Irama yang sok jadi nabi
Islam sangat benci melihat Inul menggoyangkan pantatnya dengan hot.

Tapi kalau Bang Haji sendiri yang menggoyangkan pantat, maka tentu itu tidak menjadi masalah baginya.

The New Encyclopedia of Islam (hal. 250)

Jarir ibn ‘Abdullah yang memeluk Islam saat Mekah ditaklukkan, atau di saat enam bulan terakhir masa hidup Muhammad, dikirim untuk menghancurkan (berhala) Dhu-al-Khalasah yang terletak enam hari perjalanan sebelah selatan Mecca ke arah San’a’. Dia harus membunuh 300 penjaga berhala dan orang2 lain yang membela berhala itu.

Al-Kalbi dalam bukunya yang berjudul The Book of Idols (Kitab Al-Asnam)
mengutip hadis sahih Bukhari: Abu Huraira berkata bahwa sang Nabi berkata, “Dunia tidak akan berakhir sampai pantat2 para wanita Daws bergoyang lagi di sekeliling dhu-al-Khalasah dan mereka memujanya lagi
seperti dulu sebelum jaman Islam.”

Kesimpulan

1. Muhammad sangat benci diejek atau disindir melalui syair, lagu,
musik. Makanya semua penyair anti-Islam dibunuhnya. Juga tak
kalah apes nasib para penyanyi wanita anti-Islam yang dipotong-
potong tangan kakinya, dan lidah dan giginya dicabut paksa.

2. Muhammad benci wanita, terutama wanita-wanita yang berani mengejeknya. Kebencian itu ditularkannya pada sahabat-
sahabatnya, terutama si Abu Bakr yang juga menerapkan hukuman
pancung tangan kaki, cabut gigi dan lidah para wanita yang berani
bersyukur saat Mohammad mati.

3. Dengan cara-cara brutal seperti itu, Muhammad melalui Islam
berhasil memberangus mulut dan kelakuan para wanita agar tidak
berani mengritik, menentang, menyindir, menghina, atau mengejek Muhammad.

Posted in: Uncategorized